CV ย TA’ARUF

Nama Lengkap : Mei Linda Lestari

Nama Panggilan : Marwah Mumtazah

Tempat & Tanggal Lahir : Brebes,10 Mei 1997

Tinggi Badan : 152cm

Berat Badan : 43kg

Agama : Islam

Suku : Jawa

Status : Janda

Email : marwahmumtazah731@gmai

Nama Ayah : Rakwin

Nama Ibu : Raswen

Riwayat Pendidikan

  1. SD Negeri Larangan 02
  2. SMP Muhammadiyah Larangan

Bismillahirahmanirrahim..

Mengenal lebih jauh tentang saya

 Makanan Favorit

  1. Bakso
  2. Mie Ayam

Minuman Favorit 

  1. Es Teh Manis

Olahraga Favorit

  1. Memanah

Warna Favorit

  1. Hitam
  2. Mint
  3. Pink

Hal yang tidak saya sukai

  1. Bau Badan
  2. Bau asap rokok
  3. Bau durian

Hal yang saya sukai

  1. Menulis
  2. Di usap kepalanya
  3. Di perhatiin

Karakter positif

  1. Humoris
  2. Mudah akrab
  3. Suka bersih-bersih
  4. Ke ibu’an

    Karakter Negatif

    1. Ngga suka dibentak
    2. Agak pelupa
    3. Mudah nangis
    4. Ngga bisa tidur tanpa kipas angin/AC

    Riwayat Penyakit

    1. Bipolar Disorder ( Alhamdulillah 2 tahun ini kondisi semakin membaik dan dokter memberikan saran untuk ku agar tidak memendam sesuatu dalam hati,harus diutarakan kepada orang yang dapat saya percaya
    2. Magh ( saya orangnya suka telat makan )
    3. Phobia dengan semua hal yang menyerupai lubang banyak seperti sarang semut dan sarang lebah

    Keluarga

    1. Ayah : Rakwin ( Islam,Asli Jawa )
    2. Ibu : Raswen ( Islam,Asli Jawa )
    3. Kaka : Siti Maryam,Suwardi,Solikhah,Solikhin
    4. Adik : Tidak Punya ( Saya anak bungsu)

    Kriteria Calon Suami

    1. Mampu menjaga sholat 5 waktu
    2. Tidak merokok
    3. Sayang kepada Ibu nya
    4. Mencintai Sunnah
    5. Penyayang
    6. Suka sama anak kecil

      Kebiasaan sehari-hari

      1. Sholat ( Tilawah meskipun dalam Ilmu Tajwid saya sangat kurang)
      2. Beres-beres rumah
      3. Masak
      4. Main sama keponakan
      5. Makan
      6. Tidur

      Visi Pernikahan

      • Membangun Keluarga yang Sakinah Mawadah Warohmah

      Misi Pernikahan

      • Menjadi Istri dan Ibu yang solehah untuk suami dan anak-anak ku nanti,memenuhi kebutuhan lahir batin suami,dan mengharapkan sebuah keluarga yang selalu berada dalam lindungan Allah,menjadi keluarga yang mencintai Al-Qur’an,dan menjadikan Allah satu-satunya tujuan.

      Rencana saya pasca pernikahan

      1. Ingin usaha OnLine Shop untuk membantu Ekonomi Suami
      2. Memiliki keturunan banyak dan pecinta Al-Qur’an
      3. Tidak tinggal bersama orangtua
      4. Berusaha menjadi Istri yang solehah untuk suamiku.

      DATA TAMBAHAN

      Saya lahir dari keluarga sederhana yang sangat minim pendidikan,dan saya bukanlah seorang penghafal Al-Qur’an, bahkan dalam Ilmu Tajwid pun saya sangat kurang.Meski saya minim pendidikan dan bukan seorang penghafal Al-Qur’an tapi saya berharap kelak anak-anak saya menjadi penghafal Al-Qur’an. Untuk siapapun yang akan menjadi suami saya kelak, bimbinglah saya menjadi Istri yang solehah,yang sejuk di pandang.Ajarkan saya membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.Dan saya adalah seorang janda muda,saya pernah menikah hanya 5 bulan.Dan saya sangat berharap ini Pernikahan terakhir dalam hidup saya,saya ingin menyayangi suami saya seperti ibu nya yang menyayangi suami saya.Saya ingin membuat suami saya bahagia karena memiliki 2 wanita hebat dalam hidupnya yaitu saya dan Ibu yang telah melahirkan nya.

      .

      .

      Dan saya juga memiliki tatto kecil di lengan kanan bertuliskan “Don’t Give Up” Namun jangan melihat masa lalu saya,semua orang berhak bertaubat dan menjadi lebih baik kan??

      In Syaa Allah hal ini bisa antum tanyakan saat nadzor nanti,jika memang serius ingin mengkhitbah dan menikahi saya.Syukron ๐Ÿ™

      Kau tau??

      Kau tau bagian tersulit dari terlanjur jatuh cinta padamu itu apa?

      .

      Bangun dari segala kenyataan. Kenyataan bahwa ternyata kau pada akhirnya tidak ditakdirkan untukku .

      .

      Mengagumimu dari kejauhan memang indah, Namun terkadang membuat hati ini futur dan takabur dengan mendahului segala pengetahuanNya seakan-akan aku sudah lebih tau pasti bahwa kau lah yang menjadi jodohku .

      .

      Jika memang pada akhirnya kau tidak ditakdirkan untukku, Aku bisa apa? 

      Menentang takdirNya? 

      Itu mustahil ku lakukan .

      .

      Bagaimanapun nantinya meski pada kenyataannya sulit bagiku, Aku hanya berharap semoga aku tak menyesal bahwa aku pernah mengagumi laki-laki shalih sepertimu meski sampai saat ini aku masih membungkam perasaan kagumku dan semoga ini bukan menjadi hal yang sia-sia,.

      Sebab sebelum mencintaimu aku terlebih dahulu memahami cinta Sang Mahacinta .

      .

      Aku siap menerima resiko di akhir nanti, Sebab aku ingat bahwa hakikat mencintai adalah mengikhlaskan segala ketentuan dari Sang Mahacinta .

      .

      Entah yang ku kagumi itu menjadi ujian bagiku atau kah menjadi jodohku? 

      Itu urusanNya. 

      Karena rasa cintaku padaNya lebih besar daripada rasa cintaku padamu .

      .

      Mencintai? 

      Itu artinya siap mengikhlaskan segala ketentuan dari Sang Mahacinta๐Ÿ˜Š 

      —Marwah Mumtazah—

      Ada rindu disini

      Aku menangis bukan berarti aku bersedih ataupun terluka

      Aku tersenyum bukan berarti aku tak memiliki beban apaยฒ

      Aku pun tertawa bukan berarti aku sedang merasa bahagia

      Kau bisa menilai apa yang kau lihat

      Tapi kau takkan bisa merasakan apa yang tak nampak kuperlihatkan
      Terkadang aku bisa menangis karena bahagia
      Aku tersenyum untuk mensyukuri nikmat lainnya walau ada duka yang tengah mendera dalam dada

      Dan terkadang pula, aku bisa tertawa untuk menutupi luka hati yang tak bisa kujelaskan dengan kata-kata
      Allah, hanya Allah yang Maha Tau
      Ada rindu disini, dihati yang kotor ini

      Ada rasa sayang disini, dihati yang rapuh ini

      Ada juga banyak harapan disini, dihati yang kian melemah ini

      Rindu, cinta, dan harap hanya kugantungkan padaNya atas segala rasa yang tengah berada dalam hati
      Rindu,

      Tak mampu kutepis salah satu fitrahNya itu
      Bukan aku yang mau,

      Sejujurnya aku tak ingin merindukanmu

      Karena merindukanmu hanya akan mengukir pilu

      Walau fikiran bersikeras untuk tidak mengingat,

      Namun hati selalu merasa rindu tanpa harus kuminta lebih dulu

      Sekilas bayangnya melintas dalam ingatan

      Yang terkadang ia datang dan pergi walau tak kuminta ia untuk hadir kembali

      Sebisa mungkin kuhapuskan sesosok wajah yang selalu berusaha kulupakan
      Namun nampaknya ia masih enggan untuk berlalu dari ingatan
      Ada rasa takut kehilangan,

      Walau kusadari ia bukan seseorang yang sedang kumiliki

      Ada rasa takut ditinggalkan,

      Walau kusadari ia tidak bersamaku saat ini

      Ada rasa rindu yang tengah kurasakan,

      Walau kusadari ia tak mungkin turut merasakan rindu ini
      Ada rasa sedih yang tak bisa kujelaskan,

      Walau aku tak cukup mengerti apa yang tengah menjadi penyebab sesak dalam hati
      Rindu,

      Bolehkah aku merindukanmu?

      Salahkah jika merindukanmu?

      Walau aku tak pernah bisa menyentuh hidupmu

      Walau aku bukanlah seseorang yang bertahta dihatimu

      Namun tetap saja ada rindu yang sedang mendamba temu

      Meski hanya bisa kulihat dari jauh

      Meski tak harus berada dalam pandanganku

      Namun aku masih berharap ada lagi kata “temu”

      Kuharap seperti itu,
      Karena mungkin saja akan mampu mengobati rasa pilu

      Dan mengukir suatu bahagia untukku

      .

      .

      —Marwah Mumtazah—

      Do’a dan Ikhtiar

      Aku hanya tak mau mendahului takdir.

      Tugas aku hanylah berDo’a dan ikhtiar,hasilnya biar Allah yang menentukan.

      Jangan terlalu mengejar cinta seseorang,nanti jika kamu lelah kamu akan terjatuh bahkan sulit tuk bangkit kembali.

      Biarkan dia pergi,terserah dia mau kearah mana.

      Jika dia takdirmu,tak usah kamu merasakan lelah,cukup duduk manis,BerDo’a kepada Allah..yakinlah..

      Ia akan menghampiri mu,asal kamu yakin dan percaya dengan ketentuan_Nya, jika yang datang bukan dia yang kamu mau.

      Pasti akan datang yang lebih baik dari dia yang kamu harapkan.

      .

      .

      —Marwah Mumtazah—

      Apa salahnya janda?? ๐Ÿ˜ข

      Apa salahnya janda?? Tulisan ini mewakili perasaan seorang janda terutama saya sendiri.

      TAK ada yang bercita-cita jadi janda, sebagaimana para lelaki tak bercita-cita jadiduda.Baik terbayang sebagai janda kembang, maupun janda muda beranak dua.

      Yang terbayang dalam pernikahan adalah bersama hingga tua, hingga akhir menutup mata.

      Hanya dalam perjalanan hidupnya, sebagian wanita harus menghadapi kenyataan berpisah dengan suaminya, hingga status janda pun tak kuasa ditolaknya.

      Tapi Islam tak membedakan kedudukan manusia, lajang, bujang, janda, duda, sama saja kedudukannya. Selama iman, takwa, dan baik akhlaknya, mulia kedudukannya.Hanya saja sebagian masyarakat menganggap janda kurang terhormat, jadi bulan-bulanan, dan bahan olok-olokan.

      Sebagian lelaki nakal mencuri-curi kesempatan untuk menggodanya.         Yang lebih menyedihkan sebagian ustadz menjadikan goyun dalam ceramahnya.

      Padahal.,apa salahnya janda hingga dipandang sebelah mata??

      Seberapa besar dosanya hingga engkau mengoloknya??Kalau pun punya kesalahan, tak layak kita jadikan guyonan dan bahan olok-olokan.Janda juga manusia, punya hati juga rasa. 

      Maka perlakukan sewajarnya, hormati kedudukannya, dan perlakukan sebagaimana mestinya.

      Dalam catatan sejarah kita mengenal Imam Jalaludin as-Suyuti, seorang ulama dan penulis produktif yang melahirkan banyak karya.Bila kita cermati kisah hidupnya, beliau dibesarkan oleh seorang ibu yang berstatusjanda.

      Selain Imam Jalaludin, banyak pula orang-orang hebat yang menjadi ahli fiqih, hadits, dan tafsir seperti Imam Syafiโ€™i, Imam Ahmad, dan Imam Bukhari, semuanya dibesarkan dan hidup dalam didikan ibu yang janda.

      Bahkan Nabi Muhammad Shalallahu Alayhi Wassalam pun diasuh oleh ibunda yang janda.Kedudukan mereka mulia, tak jauh beda dengan gadis atau wanita bersuami.

      Yang perlu kita pahami adalah bagaimana memperlakukan, menyikapi, dan menghormati hak-hak mereka sebagai manusia dan saudara sesama muslim.

      Janda,semoga Allah muliakan kedudukannya di dunia dan akhirat. Semoga Allah karuniakan suami yang menjaganya, baik, shalih dan menuntunnya ke pintu surga..Aamiin

      —Marwah Mumtazah—

      Dakwah itu harus sabar

      Setiap manusia di lahirkan ke dunia ini,pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

      Lalu,kenapa kita masih suka menghina kekurangan orang lain.

      Tak sadarkah bahwa kita juga memiliki kekurangan.

      Setiap kekurangan yang orang lain miliki,pasti ia pun memiliki kelebihan yang sama sekali tidak kita miliki pun sebaliknya.

      .

      Lihatlah seorang anak kecil yang buta,namun ia dapat menghafal Al-Qur’an dengan baik,.

      Namun apakah kita yang dapat melihat dengan jelas,kita bisa melakukan itu??

      iya jelas bisa,namun terkadang kita kurang bersyukur dengan apa yang kita miliki sehingga tidak memanfaatkan dengan baik apa yang Allah berikan.

      .

      .

      Lihatlah seorang anak kecil yang tak mempunyai tangan dan kaki,namun ia selalu berusaha melakukan suatu hal tanpa mau merepotkan orang lain.

      Namun,kita yang memiliki ke dua tangan dan kaki yang utuh,kita masih saja kurang bersyukur dan selalu memerintah orang lain tanpa kata TOLONG.

      .

      .

      Kekurangan dan kelebihan apa pun yang kita miliki,Bersyukurlah.,

      Perbanyaklah bersyukur dan kurangilah mengeluh.

      karena mengeluh semakin menambah durasi derita kita sendiri.
      #muhasabahdiri 

      —Marwah Mumtazah—

      Aku sebelum Hijrah

      ุจูุณู’ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…

        Pada postingan blog kali ini saya ingin menuliskan perjalanan hijrah saya,hingga saya bisa menjadi seperti sekarang ini.

      Dulu saya adalah seorang wanita yang amat sangat tomboy,mulai dari berpakaian dan bahkan model rambut sekalipun.Dan pada waktu itu saya tidak pernah mau kalau saya di sebut sebagai Perempuan hiyyyyy bisa bayangin ya heheh gimana dong kalau perempuan tapi ngga mau dibilang perempuan.
      Ya,memang waktu itu saya tomboy nya udah stadium akhir.
      Bisa bayangin kan,gimana kalau seorang perempuan potong rambut model laki-laki?
      Apa lagi disebelah nya itu di kasih jalan kutu hahahaha (kata orang tua loh ya).Iya waktu itu saya sering sekali dengan model rambut seperti itu,ngga peduli di marahin bapa sama ibu waktu itu.
      Teman-teman pun paling banyak itu laki-laki.

      Di sekolah,saya terkenal perempuan paling badung,tapi kok ya aneh saya malah di pilih jadi ketua kelas ๐Ÿ˜‚ ya hancurlah anak buah saya,widihhh gayanye anak buah.
      Setiap pelajaran Agama,saya pasti bolos ke Toilet,kalau tidak ke toilet ya ke kantin,iya..sampe jam pelajaran habis tapi ngga ada rasa takut sama sekali.
      Uang bulan sekolah kadang suka aku pake buat beli jajan,dan sok-sok an traktir temen,padahal bapa ibu panas perih nyari uang itu ๐Ÿ˜ฅ maaf pa,bu.
      Kalau udah mau masuk Ujian mulai bingung sendiri,gimana cara dapetin uang buat bayar SPP,padahal syarat ikut Ujian,SPP bulan itu juga harus di lunasin.

      Bolos sekolah sudah menjadi hobby waktu itu hehe,pura-pura nulis surat Izin sakit padahal mah ngga sakit sama sekali,terus kemana??
      Ya tidur sampe siang,kalau ditanya bapa sama ibu Kenapa ngga sekolah pasti jawabanku “Lagi bebas disekolah bu.
      Ada sedih,ada senengnya juga kalau inget masa itu.

      Karena waktu itu saya masih Tomboy meskipun sudah pakai jilbab dari kelas 1 SMP,ya masih buka tutup lah.
      Saya melihat seorang wanita berpakaian syar’i dan memakai cadar,rasanya itu ribet banget sampe aku bilang ” Kaya ninja hatori rapet banget,palingan kayak gitu aliran sesat,suami nya aja pake celana kayak orangkena banjir“.
      Astaghfirullah,saya pernah bilang seperti itu,karena pada saat itu saya belum tau makna Hijab yang sebenarnya,dan bahkan memakai hijab pun hanya sekedar pakai.

      Ketika lulus SMP,beberapa bulan kemudian dan saya sudah kerja,saya melihat lagi wanita bercadar berjalan didepan saya dan kali ini sangat berbeda.
      Saya melihat nya merasa sejuk sekali,dan mulai dari situ lah saya suka buka artikel tentang Hijab Syar’i.Dan ternyata Ohh seperti inilah wanita muslimah berpakaian.
      Dan mulai saat itulah saya menyisihkan uang untuk membeli setelan Syar’i itu,waktu itu saya belum berani memakai warna hitam jadi saya beli warna pink dan coklat.
      Saya bercermin dan membaca Bismillah saya memakai pakaian syar’i itu,saya menangis,saya terlihat begitu anggun dan saya tidak percaya kalau yang saya lihat di cermin itu adalah saya.
      Dan saya mulai memberanikan diri untuk keluar memakai pakaian taat itu (Syar’i),banyak yang bengong dan mempertanyakan Aliran apa yang sekarang saya ikuti.
      Karena waktu itu saya sama sekali tidak punya pemahaman tentang Agama, saya hanya diam.

      Semakin hari semakin banyak yang membicarakan saya,sampai ada salah satu tetangga bertanya Kamusholatnya hadap kemana,Dzikir nya sama ngga” iya,saya jawab sebisa saya dan orang tersebut hanya diam.
      Karena semakin hari semakin banyak yang membicarakan saya dan sampai Ibu saya yang sedang dagang di pasar pun dibuat nangis karena mereka bilang ke Ibu tentang aliran saya.
      Dan mulai detik itu iman saya mulai goyah,saya tak lagi memakai pakaian syar’i itu,padahal pada waktu itu saya memiliki niat untuk memakai cadar.

      Saya marah,saya sakit hati hingga akhirnya selama beberapa bulan saya memilih jalan menjadi seorang AGNOSTIC.
      Ya,Agnostic..orang yang masih ragu dengan keyakinan nya.
      Ibadah di Gereja,vihara saya pernah,bahkan memakai kalung salib.
      Ya illahi Robbi,saya pernah menjadi orang kafir ๐Ÿ˜ญ.

      2 bulan menjadi seorang Agnostic,Alhamdulillah Allah mempertemukan saya dengan seorang wanita bercadar yang ternyata dia masih ada hubungan darah dengan saya (Ummu Zidna) dan saya memanggilnya UMI,saya ceritakan semua kepada umi dan umi mau mendengarkan semua nya.
      Allah mempertemukan saya dengan nya,menjadikan dia teman penyemangat hijrahku.Hidayahku datang melalui Ummu Zidna.
      Dan darinya saya belajar menjadi seorang pendakwah,umi membimbing saya hingga saya menjadi seperti ini.
      Saya membaca 2 kalimat syahadat kembali,dan saya menangis menyesali semuanya,saya yang pernah menduakan Allah.

      Alhamdulillah saya mulai memakai pakaian taat itu kembali,dan kali ini saya memberanikan diri memakai warna hitam dan memakai cadar.
      Keluarga tidak ada yang mengizinkan saya untuk bercadar,saya benar-benar sedih.
      Jadi saya memakai cadar di jalan yang jauh dari rumah,rasanya begitu nyaman.Ketika mau pulang saya lepas cadar itu kembali.
      Dan itu terjadi berulang-ulang.

      Saya berusaha meyakinkan keluarga saya tapi selalu gagal.
      Saya selalu berDo’a kepada Allah,untuk membantu saya memberikan pemahaman kepada keluarga saya.
      Dan Alhamdulillah sekarang keluarga sudah mulai terbiasa dan perlahan-lahan mengizinkan saya memakai cadar,meskipun kaka yang nomer 2 sangat membenci perempuan bercadar dan saya sampai sekarang masih sering dibilang teroris olehnya.
      Tapi saya mulai tidak peduli dengan penilaian manusia,karena saya hamba Allah..! Bukan hamba manusia..!
      Jika terus memikirkan penilaian manusia,lalu kapan kita mau taat?
      Luruskan niat hanya untuk Allah.

      Masalah jodoh tidak usah khawatir,jika laki-laki yang kamu cintai membenci pakaian taatmu,tinggalkan dia,karena secara langsung dia menghalangimu untuk belajar taat kepada Allah.
      Ingat,laki-laki yang mencintai Allah akan mencintaimu juga karenaNya.
      Jangan korbankan keTaat an mu hanya untuk cinta yang belum halal.
      1 lagi duhai muslimah,jangan pacaran ya ๐Ÿ˜Š.

      Pesan dari apa yang saya tulis adalah,teruslah berusaha menjadi manusia yang lebih baik lagi,meskipun tidak semudah mengembalikan telapak tangan.
      Awalnya memang sakit,awal nya memang perih,dan awalnya memang pahit,tapi jika niat kita semata-mata karena Allah,semua sakit,perih dan pahit yang kita rasakan akan menjadi indah,dan sangat indah.

      Semoga bermanfaat.

      —Marwah Mumtazah—

      Tentang 22 November 2016

      Itu adalah waktu dimana aku mengenal seorang laki-laki yang telah membuat aku merasakan kembali apa itu cinta.Laki-laki yang aku kenal tanpa maksud lain.

      Awal aku mengenalnya,aku melihat dia sosok laki-laki yang sombong dan songong,sangat menyebalkan.Dan aku pun tidak pernah berfikir bahwa aku akan memiliki perasaan dengan nya,aku berusaha berontak dengan perasaan ku sendiri namun hatiku terus meyakinkanku bahwa aku memang mencintai nya.Aku marah sama diriku sendiri kenapa aku bisa mencintai nya.

      Aku dengan nya bagaikan bumi dengan langit,kurcaci dan pangeran.Iya,dia berpendidikan tinggi, sedangkan aku minim pendidikan,dia anak orang berada sedangkan aku anak orang biasa,lalu bagaimana mungkin bisa seorang pangeran akan memilih seorang kurcaci.

      Aku takut perasaan ini terlalu dalam dengan nya,aku berusaha untuk mengabaikan pesan nya,namun lagi-lagi aku gagal.Dia laki-laki yang selalu memberikan suport untuk aku.

      Dia sering sekali membuatku menangis,meskipun dia sendiri tak pernah tau hal ini.Terakhir aku menangis karena dia,saat aku mendengar kabar bahwa dia akan melanjutkan study ke Madinah.Aku bahagia mendengar kabar itu,namun disisi lain aku begitu merasa takut tak lagi jumpa dengan dia,dulu aku kira hanya jarak yang memisahkan aku dengan dia.namun ternyata kini,waktu pun menjadi benteng Kokoh yang memisahkan aku dengan dia.

      Dan semenjak itu,aku memutuskan untuk Move On dan membuka hati untuk orang lain,meski awalnya sulit dan tak mudah menerima.namun akan aku coba menjalani proses Ta’aruf dengan yang lain.

      Untukmu,.Semoga lancar study nya dan menjadi orang yang berguna.See you 

      —Marwah Mumtazah—

      Surat kecil untuk kaka dari aku

      Surat kecil untuk kaka tercinta

      Dari adik bungsu mu.

      .

      .

      Kaka,tak perlu takut dengan pakaian yang kini ku kenakan.Tau kah??

      Aku menyayangimu,dan juga menyayangi Ayah,aku tak ingin kalian menanggung dosaku saat aku membuka aurat.

      Aku adalah perempuan,.Perempuan itu memang begitu Jahat,perempuan dapat menyeret Kaka laki-laki,ayah,suami,adik laki-laki,dan anak laki-laki nya jika tidak menutup aurat dengan sempurna.

      .

      .

      Kaka,mungkin aku yang kau lihat sekarang lebih tertutup dan bahkan hanya terlihat mata nya saja seperti ninja,ketahuilah Kaka..

      Aku tidak mengikuti aliran mana pun,karena Islam itu hanya satu,tak ada aliran apa-apa.

      Jujur,aku sedih setiap kali banyak orang memandangku dingin,membicarakan pakaianku,mengatakan aku ini teroris,aliran sesat dll., tapi aku mencoba untuk kuat,karena tujuanku adalah Allah,bukanlah manusia.

      .

      .

      Aku tau,meskipun pakaianku tlah tertutup rapat,tapi akhlak ku masih bobrok,.

      Namun aku yakin kau pun melihat ada perubahan lebih baik dari diriku bukan ka??

      Ketahuilah,aku ingin menjadi seorang adik yang solehah,yang dapat mengajakmu ke Surga bersama ke 2 orang tua kita.

      Ka,surga itu takan indah tanpa Kaka dan ke dua orang tua kita ๐Ÿ˜ข.

      .

      .

      Do’a kan saja yang terbaik untuk adikmu ini,maafkan aku pernah membuatmu kecewa dan malu atas sebuah kegagalan yang pernah terjadi dalam hidupku.

      Rasa sayangku untuk kakaยฒku,ayah dan ibu tidak akan pernah hilang.

      Dalam diam yang sunyi,dalam hening yang tanpa kabar,hati ini menangis,menangis betapa aku rindu kalian.

      .

      .

      Semoga Allah memberikan kesehatan untukmu,rezeki yang berkah dunia dan akhirat,dan semoga putraยฒ mu kelak menjadi seorang Mujahid Allah,seorang anak yang Sholeh dan seorang penghafal Al-Qur’an.Aamiin..

      .

      .

      Please listen to me, my name is marwah and I am not a terrorist.

      .

      .

       — Marwah Mumtazah —