Promosi ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

Yuk follow blogspot aku http://marwahmumtazah07.blogspot.co.id follow email aku juga ya marwahmumtazah731@gmail.com
Makasiiiihhh…

Advertisements

Kau tau??

Kau tau bagian tersulit dari terlanjur jatuh cinta padamu itu apa?

.

Bangun dari segala kenyataan. Kenyataan bahwa ternyata kau pada akhirnya tidak ditakdirkan untukku .

.

Mengagumimu dari kejauhan memang indah, Namun terkadang membuat hati ini futur dan takabur dengan mendahului segala pengetahuanNya seakan-akan aku sudah lebih tau pasti bahwa kau lah yang menjadi jodohku .

.

Jika memang pada akhirnya kau tidak ditakdirkan untukku, Aku bisa apa? 

Menentang takdirNya? 

Itu mustahil ku lakukan .

.

Bagaimanapun nantinya meski pada kenyataannya sulit bagiku, Aku hanya berharap semoga aku tak menyesal bahwa aku pernah mengagumi laki-laki shalih sepertimu meski sampai saat ini aku masih membungkam perasaan kagumku dan semoga ini bukan menjadi hal yang sia-sia,.

Sebab sebelum mencintaimu aku terlebih dahulu memahami cinta Sang Mahacinta .

.

Aku siap menerima resiko di akhir nanti, Sebab aku ingat bahwa hakikat mencintai adalah mengikhlaskan segala ketentuan dari Sang Mahacinta .

.

Entah yang ku kagumi itu menjadi ujian bagiku atau kah menjadi jodohku? 

Itu urusanNya. 

Karena rasa cintaku padaNya lebih besar daripada rasa cintaku padamu .

.

Mencintai? 

Itu artinya siap mengikhlaskan segala ketentuan dari Sang Mahacinta๐Ÿ˜Š 

—Marwah Mumtazah—

Ada rindu disini

Aku menangis bukan berarti aku bersedih ataupun terluka

Aku tersenyum bukan berarti aku tak memiliki beban apaยฒ

Aku pun tertawa bukan berarti aku sedang merasa bahagia

Kau bisa menilai apa yang kau lihat

Tapi kau takkan bisa merasakan apa yang tak nampak kuperlihatkan
Terkadang aku bisa menangis karena bahagia
Aku tersenyum untuk mensyukuri nikmat lainnya walau ada duka yang tengah mendera dalam dada

Dan terkadang pula, aku bisa tertawa untuk menutupi luka hati yang tak bisa kujelaskan dengan kata-kata
Allah, hanya Allah yang Maha Tau
Ada rindu disini, dihati yang kotor ini

Ada rasa sayang disini, dihati yang rapuh ini

Ada juga banyak harapan disini, dihati yang kian melemah ini

Rindu, cinta, dan harap hanya kugantungkan padaNya atas segala rasa yang tengah berada dalam hati
Rindu,

Tak mampu kutepis salah satu fitrahNya itu
Bukan aku yang mau,

Sejujurnya aku tak ingin merindukanmu

Karena merindukanmu hanya akan mengukir pilu

Walau fikiran bersikeras untuk tidak mengingat,

Namun hati selalu merasa rindu tanpa harus kuminta lebih dulu

Sekilas bayangnya melintas dalam ingatan

Yang terkadang ia datang dan pergi walau tak kuminta ia untuk hadir kembali

Sebisa mungkin kuhapuskan sesosok wajah yang selalu berusaha kulupakan
Namun nampaknya ia masih enggan untuk berlalu dari ingatan
Ada rasa takut kehilangan,

Walau kusadari ia bukan seseorang yang sedang kumiliki

Ada rasa takut ditinggalkan,

Walau kusadari ia tidak bersamaku saat ini

Ada rasa rindu yang tengah kurasakan,

Walau kusadari ia tak mungkin turut merasakan rindu ini
Ada rasa sedih yang tak bisa kujelaskan,

Walau aku tak cukup mengerti apa yang tengah menjadi penyebab sesak dalam hati
Rindu,

Bolehkah aku merindukanmu?

Salahkah jika merindukanmu?

Walau aku tak pernah bisa menyentuh hidupmu

Walau aku bukanlah seseorang yang bertahta dihatimu

Namun tetap saja ada rindu yang sedang mendamba temu

Meski hanya bisa kulihat dari jauh

Meski tak harus berada dalam pandanganku

Namun aku masih berharap ada lagi kata “temu”

Kuharap seperti itu,
Karena mungkin saja akan mampu mengobati rasa pilu

Dan mengukir suatu bahagia untukku

.

.

—Marwah Mumtazah—

Do’a dan Ikhtiar

Aku hanya tak mau mendahului takdir.

Tugas aku hanylah berDo’a dan ikhtiar,hasilnya biar Allah yang menentukan.

Jangan terlalu mengejar cinta seseorang,nanti jika kamu lelah kamu akan terjatuh bahkan sulit tuk bangkit kembali.

Biarkan dia pergi,terserah dia mau kearah mana.

Jika dia takdirmu,tak usah kamu merasakan lelah,cukup duduk manis,BerDo’a kepada Allah..yakinlah..

Ia akan menghampiri mu,asal kamu yakin dan percaya dengan ketentuan_Nya, jika yang datang bukan dia yang kamu mau.

Pasti akan datang yang lebih baik dari dia yang kamu harapkan.

.

.

—Marwah Mumtazah—

Apa salahnya janda?? ๐Ÿ˜ข

Apa salahnya janda?? Tulisan ini mewakili perasaan seorang janda terutama saya sendiri.

TAK ada yang bercita-cita jadi janda, sebagaimana para lelaki tak bercita-cita jadiduda.Baik terbayang sebagai janda kembang, maupun janda muda beranak dua.

Yang terbayang dalam pernikahan adalah bersama hingga tua, hingga akhir menutup mata.

Hanya dalam perjalanan hidupnya, sebagian wanita harus menghadapi kenyataan berpisah dengan suaminya, hingga status janda pun tak kuasa ditolaknya.

Tapi Islam tak membedakan kedudukan manusia, lajang, bujang, janda, duda, sama saja kedudukannya. Selama iman, takwa, dan baik akhlaknya, mulia kedudukannya.Hanya saja sebagian masyarakat menganggap janda kurang terhormat, jadi bulan-bulanan, dan bahan olok-olokan.

Sebagian lelaki nakal mencuri-curi kesempatan untuk menggodanya.         Yang lebih menyedihkan sebagian ustadz menjadikan goyun dalam ceramahnya.

Padahal.,apa salahnya janda hingga dipandang sebelah mata??

Seberapa besar dosanya hingga engkau mengoloknya??Kalau pun punya kesalahan, tak layak kita jadikan guyonan dan bahan olok-olokan.Janda juga manusia, punya hati juga rasa. 

Maka perlakukan sewajarnya, hormati kedudukannya, dan perlakukan sebagaimana mestinya.

Dalam catatan sejarah kita mengenal Imam Jalaludin as-Suyuti, seorang ulama dan penulis produktif yang melahirkan banyak karya.Bila kita cermati kisah hidupnya, beliau dibesarkan oleh seorang ibu yang berstatusjanda.

Selain Imam Jalaludin, banyak pula orang-orang hebat yang menjadi ahli fiqih, hadits, dan tafsir seperti Imam Syafiโ€™i, Imam Ahmad, dan Imam Bukhari, semuanya dibesarkan dan hidup dalam didikan ibu yang janda.

Bahkan Nabi Muhammad Shalallahu Alayhi Wassalam pun diasuh oleh ibunda yang janda.Kedudukan mereka mulia, tak jauh beda dengan gadis atau wanita bersuami.

Yang perlu kita pahami adalah bagaimana memperlakukan, menyikapi, dan menghormati hak-hak mereka sebagai manusia dan saudara sesama muslim.

Janda,semoga Allah muliakan kedudukannya di dunia dan akhirat. Semoga Allah karuniakan suami yang menjaganya, baik, shalih dan menuntunnya ke pintu surga..Aamiin

—Marwah Mumtazah—

Dakwah itu harus sabar

Setiap manusia di lahirkan ke dunia ini,pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Lalu,kenapa kita masih suka menghina kekurangan orang lain.

Tak sadarkah bahwa kita juga memiliki kekurangan.

Setiap kekurangan yang orang lain miliki,pasti ia pun memiliki kelebihan yang sama sekali tidak kita miliki pun sebaliknya.

.

Lihatlah seorang anak kecil yang buta,namun ia dapat menghafal Al-Qur’an dengan baik,.

Namun apakah kita yang dapat melihat dengan jelas,kita bisa melakukan itu??

iya jelas bisa,namun terkadang kita kurang bersyukur dengan apa yang kita miliki sehingga tidak memanfaatkan dengan baik apa yang Allah berikan.

.

.

Lihatlah seorang anak kecil yang tak mempunyai tangan dan kaki,namun ia selalu berusaha melakukan suatu hal tanpa mau merepotkan orang lain.

Namun,kita yang memiliki ke dua tangan dan kaki yang utuh,kita masih saja kurang bersyukur dan selalu memerintah orang lain tanpa kata TOLONG.

.

.

Kekurangan dan kelebihan apa pun yang kita miliki,Bersyukurlah.,

Perbanyaklah bersyukur dan kurangilah mengeluh.

karena mengeluh semakin menambah durasi derita kita sendiri.
#muhasabahdiri 

—Marwah Mumtazah—

Aku sebelum Hijrah

ุจูุณู’ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…

  Pada postingan blog kali ini saya ingin menuliskan perjalanan hijrah saya,hingga saya bisa menjadi seperti sekarang ini.

Dulu saya adalah seorang wanita yang amat sangat tomboy,mulai dari berpakaian dan bahkan model rambut sekalipun.Dan pada waktu itu saya tidak pernah mau kalau saya di sebut sebagai Perempuan hiyyyyy bisa bayangin ya heheh gimana dong kalau perempuan tapi ngga mau dibilang perempuan.
Ya,memang waktu itu saya tomboy nya udah stadium akhir.
Bisa bayangin kan,gimana kalau seorang perempuan potong rambut model laki-laki?
Apa lagi disebelah nya itu di kasih jalan kutu hahahaha (kata orang tua loh ya).Iya waktu itu saya sering sekali dengan model rambut seperti itu,ngga peduli di marahin bapa sama ibu waktu itu.
Teman-teman pun paling banyak itu laki-laki.

Di sekolah,saya terkenal perempuan paling badung,tapi kok ya aneh saya malah di pilih jadi ketua kelas ๐Ÿ˜‚ ya hancurlah anak buah saya,widihhh gayanye anak buah.
Setiap pelajaran Agama,saya pasti bolos ke Toilet,kalau tidak ke toilet ya ke kantin,iya..sampe jam pelajaran habis tapi ngga ada rasa takut sama sekali.
Uang bulan sekolah kadang suka aku pake buat beli jajan,dan sok-sok an traktir temen,padahal bapa ibu panas perih nyari uang itu ๐Ÿ˜ฅ maaf pa,bu.
Kalau udah mau masuk Ujian mulai bingung sendiri,gimana cara dapetin uang buat bayar SPP,padahal syarat ikut Ujian,SPP bulan itu juga harus di lunasin.

Bolos sekolah sudah menjadi hobby waktu itu hehe,pura-pura nulis surat Izin sakit padahal mah ngga sakit sama sekali,terus kemana??
Ya tidur sampe siang,kalau ditanya bapa sama ibu Kenapa ngga sekolah pasti jawabanku “Lagi bebas disekolah bu.
Ada sedih,ada senengnya juga kalau inget masa itu.

Karena waktu itu saya masih Tomboy meskipun sudah pakai jilbab dari kelas 1 SMP,ya masih buka tutup lah.
Saya melihat seorang wanita berpakaian syar’i dan memakai cadar,rasanya itu ribet banget sampe aku bilang ” Kaya ninja hatori rapet banget,palingan kayak gitu aliran sesat,suami nya aja pake celana kayak orangkena banjir“.
Astaghfirullah,saya pernah bilang seperti itu,karena pada saat itu saya belum tau makna Hijab yang sebenarnya,dan bahkan memakai hijab pun hanya sekedar pakai.

Ketika lulus SMP,beberapa bulan kemudian dan saya sudah kerja,saya melihat lagi wanita bercadar berjalan didepan saya dan kali ini sangat berbeda.
Saya melihat nya merasa sejuk sekali,dan mulai dari situ lah saya suka buka artikel tentang Hijab Syar’i.Dan ternyata Ohh seperti inilah wanita muslimah berpakaian.
Dan mulai saat itulah saya menyisihkan uang untuk membeli setelan Syar’i itu,waktu itu saya belum berani memakai warna hitam jadi saya beli warna pink dan coklat.
Saya bercermin dan membaca Bismillah saya memakai pakaian syar’i itu,saya menangis,saya terlihat begitu anggun dan saya tidak percaya kalau yang saya lihat di cermin itu adalah saya.
Dan saya mulai memberanikan diri untuk keluar memakai pakaian taat itu (Syar’i),banyak yang bengong dan mempertanyakan Aliran apa yang sekarang saya ikuti.
Karena waktu itu saya sama sekali tidak punya pemahaman tentang Agama, saya hanya diam.

Semakin hari semakin banyak yang membicarakan saya,sampai ada salah satu tetangga bertanya Kamusholatnya hadap kemana,Dzikir nya sama ngga” iya,saya jawab sebisa saya dan orang tersebut hanya diam.
Karena semakin hari semakin banyak yang membicarakan saya dan sampai Ibu saya yang sedang dagang di pasar pun dibuat nangis karena mereka bilang ke Ibu tentang aliran saya.
Dan mulai detik itu iman saya mulai goyah,saya tak lagi memakai pakaian syar’i itu,padahal pada waktu itu saya memiliki niat untuk memakai cadar.

Saya marah,saya sakit hati hingga akhirnya selama beberapa bulan saya memilih jalan menjadi seorang AGNOSTIC.
Ya,Agnostic..orang yang masih ragu dengan keyakinan nya.
Ibadah di Gereja,vihara saya pernah,bahkan memakai kalung salib.
Ya illahi Robbi,saya pernah menjadi orang kafir ๐Ÿ˜ญ.

2 bulan menjadi seorang Agnostic,Alhamdulillah Allah mempertemukan saya dengan seorang wanita bercadar yang ternyata dia masih ada hubungan darah dengan saya (Ummu Zidna) dan saya memanggilnya UMI,saya ceritakan semua kepada umi dan umi mau mendengarkan semua nya.
Allah mempertemukan saya dengan nya,menjadikan dia teman penyemangat hijrahku.Hidayahku datang melalui Ummu Zidna.
Dan darinya saya belajar menjadi seorang pendakwah,umi membimbing saya hingga saya menjadi seperti ini.
Saya membaca 2 kalimat syahadat kembali,dan saya menangis menyesali semuanya,saya yang pernah menduakan Allah.

Alhamdulillah saya mulai memakai pakaian taat itu kembali,dan kali ini saya memberanikan diri memakai warna hitam dan memakai cadar.
Keluarga tidak ada yang mengizinkan saya untuk bercadar,saya benar-benar sedih.
Jadi saya memakai cadar di jalan yang jauh dari rumah,rasanya begitu nyaman.Ketika mau pulang saya lepas cadar itu kembali.
Dan itu terjadi berulang-ulang.

Saya berusaha meyakinkan keluarga saya tapi selalu gagal.
Saya selalu berDo’a kepada Allah,untuk membantu saya memberikan pemahaman kepada keluarga saya.
Dan Alhamdulillah sekarang keluarga sudah mulai terbiasa dan perlahan-lahan mengizinkan saya memakai cadar,meskipun kaka yang nomer 2 sangat membenci perempuan bercadar dan saya sampai sekarang masih sering dibilang teroris olehnya.
Tapi saya mulai tidak peduli dengan penilaian manusia,karena saya hamba Allah..! Bukan hamba manusia..!
Jika terus memikirkan penilaian manusia,lalu kapan kita mau taat?
Luruskan niat hanya untuk Allah.

Masalah jodoh tidak usah khawatir,jika laki-laki yang kamu cintai membenci pakaian taatmu,tinggalkan dia,karena secara langsung dia menghalangimu untuk belajar taat kepada Allah.
Ingat,laki-laki yang mencintai Allah akan mencintaimu juga karenaNya.
Jangan korbankan keTaat an mu hanya untuk cinta yang belum halal.
1 lagi duhai muslimah,jangan pacaran ya ๐Ÿ˜Š.

Pesan dari apa yang saya tulis adalah,teruslah berusaha menjadi manusia yang lebih baik lagi,meskipun tidak semudah mengembalikan telapak tangan.
Awalnya memang sakit,awal nya memang perih,dan awalnya memang pahit,tapi jika niat kita semata-mata karena Allah,semua sakit,perih dan pahit yang kita rasakan akan menjadi indah,dan sangat indah.

Semoga bermanfaat.

—Marwah Mumtazah—

Tentang 22 November 2016

Itu adalah waktu dimana aku mengenal seorang laki-laki yang telah membuat aku merasakan kembali apa itu cinta.Laki-laki yang aku kenal tanpa maksud lain.

Awal aku mengenalnya,aku melihat dia sosok laki-laki yang sombong dan songong,sangat menyebalkan.Dan aku pun tidak pernah berfikir bahwa aku akan memiliki perasaan dengan nya,aku berusaha berontak dengan perasaan ku sendiri namun hatiku terus meyakinkanku bahwa aku memang mencintai nya.Aku marah sama diriku sendiri kenapa aku bisa mencintai nya.

Aku dengan nya bagaikan bumi dengan langit,kurcaci dan pangeran.Iya,dia berpendidikan tinggi, sedangkan aku minim pendidikan,dia anak orang berada sedangkan aku anak orang biasa,lalu bagaimana mungkin bisa seorang pangeran akan memilih seorang kurcaci.

Aku takut perasaan ini terlalu dalam dengan nya,aku berusaha untuk mengabaikan pesan nya,namun lagi-lagi aku gagal.Dia laki-laki yang selalu memberikan suport untuk aku.

Dia sering sekali membuatku menangis,meskipun dia sendiri tak pernah tau hal ini.Terakhir aku menangis karena dia,saat aku mendengar kabar bahwa dia akan melanjutkan study ke Madinah.Aku bahagia mendengar kabar itu,namun disisi lain aku begitu merasa takut tak lagi jumpa dengan dia,dulu aku kira hanya jarak yang memisahkan aku dengan dia.namun ternyata kini,waktu pun menjadi benteng Kokoh yang memisahkan aku dengan dia.

Dan semenjak itu,aku memutuskan untuk Move On dan membuka hati untuk orang lain,meski awalnya sulit dan tak mudah menerima.namun akan aku coba menjalani proses Ta’aruf dengan yang lain.

Untukmu,.Semoga lancar study nya dan menjadi orang yang berguna.See you 

—Marwah Mumtazah—

Surat kecil untuk kaka dari aku

Surat kecil untuk kaka tercinta

Dari adik bungsu mu.

.

.

Kaka,tak perlu takut dengan pakaian yang kini ku kenakan.Tau kah??

Aku menyayangimu,dan juga menyayangi Ayah,aku tak ingin kalian menanggung dosaku saat aku membuka aurat.

Aku adalah perempuan,.Perempuan itu memang begitu Jahat,perempuan dapat menyeret Kaka laki-laki,ayah,suami,adik laki-laki,dan anak laki-laki nya jika tidak menutup aurat dengan sempurna.

.

.

Kaka,mungkin aku yang kau lihat sekarang lebih tertutup dan bahkan hanya terlihat mata nya saja seperti ninja,ketahuilah Kaka..

Aku tidak mengikuti aliran mana pun,karena Islam itu hanya satu,tak ada aliran apa-apa.

Jujur,aku sedih setiap kali banyak orang memandangku dingin,membicarakan pakaianku,mengatakan aku ini teroris,aliran sesat dll., tapi aku mencoba untuk kuat,karena tujuanku adalah Allah,bukanlah manusia.

.

.

Aku tau,meskipun pakaianku tlah tertutup rapat,tapi akhlak ku masih bobrok,.

Namun aku yakin kau pun melihat ada perubahan lebih baik dari diriku bukan ka??

Ketahuilah,aku ingin menjadi seorang adik yang solehah,yang dapat mengajakmu ke Surga bersama ke 2 orang tua kita.

Ka,surga itu takan indah tanpa Kaka dan ke dua orang tua kita ๐Ÿ˜ข.

.

.

Do’a kan saja yang terbaik untuk adikmu ini,maafkan aku pernah membuatmu kecewa dan malu atas sebuah kegagalan yang pernah terjadi dalam hidupku.

Rasa sayangku untuk kakaยฒku,ayah dan ibu tidak akan pernah hilang.

Dalam diam yang sunyi,dalam hening yang tanpa kabar,hati ini menangis,menangis betapa aku rindu kalian.

.

.

Semoga Allah memberikan kesehatan untukmu,rezeki yang berkah dunia dan akhirat,dan semoga putraยฒ mu kelak menjadi seorang Mujahid Allah,seorang anak yang Sholeh dan seorang penghafal Al-Qur’an.Aamiin..

.

.

Please listen to me, my name is marwah and I am not a terrorist.

.

.

 — Marwah Mumtazah —